Oleh: Naphee' | 12 Mei 2014

Apa kabar kalian, teman?

Sekilas seperti hanya sekedar basa-basi atau semacamnya. Tapi sungguh, aku sangat merindukan kalian. Merindukan saat-saat menyenangkan bersama kalian. Entah sudah berapa ribu jam yang sudah kita habiskan bersama. Di kelas, di lab, di taman, di kantin, bahkan di kost salah satu di antara kita, atau di suatu tempat yang entah di mana, sampai tidak bisa kita sebutkan lagi satu per satu. Berapa ribu kenangan yang sudah kita lalui bersama? Tak terhitung, pastinya.

Kadang hanya bisa membayangkan, betapa indahnya masa itu. Iya, menyenangkan. Sekarang kita sudah berpencar jauh. Sangat jauh. Tapi toh sebenarnya bukan suatu masalah yang besar, karena kita masih saling berhubungan satu sama lain, meskipun hanya lewat jejaring sosial atau semacamnya. Semoga suatu saat nanti, kita bisa berkumpul lagi, tertawa bersama lagi, dengan membawa keluarga masing-masing, juga dengan kesuksesan karir masing-masing.

Jaga kesehatan kalian, teman. Karena beberapa tahun kedepan kita harus masih seperti ini, dengan semangat F07 yang selalu kita banggakan.

🙂

Iklan
Oleh: jayadwipa | 12 Juni 2010

Dear All My Friends.,

Bersama Kita Bisa Lebih Cepat dan Lebih Baik

Hip Hip Mari Kita Nyalakan Lentera Sekali Lagi Untuk Perjuangan Ini.,

Esok Hari Kita Pasti Menyadarinya

Make it Become a Classical Story for the Future.,
upm
Oleh: Naphee' | 18 Mei 2010

Sudah Tersedia: Bunker Khusus Hari Kiamat

VIVAnews – Bagi sebagian orang, kiamat sudah dekat. Kepercayaan itulah yang menginspirasi suatu perusahaan di Amerika Serikat (AS) untuk meraup untung.

Perusahaan Vivos, yang berbasis di Kota Del Mar (California), mengaku telah menyiapkan suatu kompleks ruang bawah tanah (bunker) khusus untuk menghadapi “Hari Kiamat.” Terletak di bawah gurun Mojave, bunker itu dirancang untuk membuat penghuni aman dari serangan nuklir dan bencana alam sekaligus membuat mereka tetap nyaman, seperti tinggal di rumah.

Itulah sebabnya kompleks bunker itu juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari atrium, tempat fitness, hingga penjara. Setiap bunker akan dilengkapi dengan televisi layar datar, dapur, hingga mesin cuci.

Robert Vicino, pemilik perusahaan Vivos, berencana membuat kompleks bunker yang terdiri dari 132 ruangan di lahan bawah tanah seluas 1.208 meter persegi. Dia mengaku mendapat ide berbisnis bunker setelah mendengar banyak warga kini kian khawatir atas gempa bumi, terorisme, dan “2012” – yaitu film yang mengadaptasi prediksi suku Maya bahwa 2012 bakal menjadi tahun kiamat.

“Saya tidak ingin mempromosikan ketakutan. Namun, cepat atau lambat, saya yakin kita bakal perlu tempat perlindungan,” kata Vicino, yang juga berprofesi sebagai salesman real estat.

Fasilitas bunker yang ditawarkan Vivos menarika minat warga di tempat-tempat lain, seperti Oregon dan Kansas. Di Kansas, misalnya, ada seorang insinyur yang membangun kondominium bawah tanah senilai US$1,75 juta.

Vivos sudah menyiapkan sejumlah bunker di kota Barstow, yang terletak di gurun Mojave. Untuk ruangan bunker yang dapat muat empat orang, Vivos menerapkan tarif pemesanan US$50.000 (sekitar Rp.456 juta). Untuk pemesanan individu, setiap orang dewasa dikenakan tarif US$5.000 dan anak-anak US$2.500. Binatang peliharaan tidak dipungut biaya. Untuk bunker yang dapat memuat empat orang, tarif pemesanan US$50.000 (sekitar Rp.456 juta)

Wartawan harian The Los Angeles Times sudah berkesempatan mengunjungi bunker itu. Namun, wartawan itu tidak boleh mengungkapkan lokasi persis bunker di Barstow itu. Pasalnya, menurut Vicino, bisa saja tempatnya langsung diserbu orang-orang yang mau masuk secara gratis bila datang bencana.

Maka, menurut Vicino, peminat harus melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Steve Kramer, warga berumur 55 tahun dari San Pedro, mengaku sudah membayar pemesanan sebesar US$12.500 untuk dia dan keluarga. Dia pun sudah menimbun makanan kering dan mengajari putranya, yang berusia 12 tahun, untuk bersepeda di padang pasir menuju bunker.

“Kita bukan orang gila, namun saat-saat ini merupakan masa yang menakutkan,” kata Kramer.

Ada yang mau pesen??? 🙂

Sumber : VIVAnews

Oleh: Sigit Purnama | 17 Februari 2010

Download Gratis HD Widescreen wallpaper

Bagi yang menggunakan LCD Monitor (widescreen), wallpaper ini sangat pas, karena semua mempunyai dimensi 1920×1200 pixel (dimensi layar yang cukup besar mungkin bagi sebagian besar kita).

Karena kualitas dan besarnya dimensi, ukuran masing-masing gambar bervariasi dari beberapa puluh KB sampai 4 MB.

Koleksi wallpaper ini disediakan gratis oleh Airopia.org. Dan kabar bagusnya, boleh digunakan gratis untuk personal maupun komersial. Koleksi wallpaper dibagi menjadi 2 bagian, yang satu terdiri dari 49 wallpaper dan satunya 100 wallpaper. Meskipun widescreen, wallpaper ini juga bisa digunakan untuk ukuran monitor standard (CRT).
Berikut sample beberapa wallpaper dari 49 HD widescreen wallpaper yang ada :

Baca Lanjutannya…

Oleh: erwinbaskara | 29 Desember 2009

Pemerintah Siapkan Revisi UU ITE

TEMPO InteraktifJakarta – Pemerintah menyiapkan bahan untuk merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan saat ini Departemen yang dipimpinnya sedang mengumpulkan pasal-pasal yang dianggap bermasalah. Hal serupa, kata dia, juga dilakukan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Saya juga berpikir memang perlu direvisi,” katanya usai mengikuti rapat koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Rabu (23/12).

Dia tak bisa memaparkan detil pasal-pasal yang dimaksud. Dia hanya mencontohkan salah satunya berupa vonis pada pasal penghinaan yang pada Undang-Undang ITE bisa mencapai 6 tahun penjara, sedangkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana hanya mengganjar 6 bulan untuk kasus yang sama.

Menurut Tifatul, undang-undang memiliki tiga tujuan, yakni keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Oleh sebab itu, “Kalau memang tidak memenuhi rasa keadilan publik ya diganti saja,” ujarnya.

Sejak dirancang, apalagi setelah disahkan, Undang-Undang ITE sudah memancing protes banyak kalangan. Undang-undang yang semula juga dimaksudkan sebagai bagian dari upaya memerangi upaya pencucian uang dan terorisme ini ternyata juga membidik banyak hal yang selama ini tak dianggap sebagai tindak pidana.

Pasalnya, undang-undang ini mengatur masalah delik penghinaan dan pencemaran nama baik. Alhasil, seluruh aktivitas yang menggunakan jaringan elektronik pun bisa menjadi terjerat delik-delik pidana jika dipersepsikan melakukan penghinaan atau pencemaran nama baik, seperti kasus Prita Mulyasari versus Rumah Sakit Omni Internasional dan terakhir artis Luna Maya versus pekerja infotaimen.

Older Posts »

Kategori